Korban Geng Motor Masih Terkapar Dirumah Sakit.
MAJALAYA, DIZTV-Kondisi Toni sudrajat salah seorang korban aksi kekerasan geng motor beberapa waktu lalu di Desa Belendung, Kecamatan Kelari, masih terkapar dirumah sakit Intan barokah yang ada dikecamatan kelari. Toni dilarikan kerumah sakit oleh Salah seorang kadus desa Pasirbuah Nana setelah Toni kedapatan tergeletak dipinggir jalan dengnkondisi tangan kirinya mengalami luka yang cukup parah.
Menurut keterangan Nana Kadus Desa Pasirbuah Kecamatan Majalaya, Toni mengalami luka yang cukup serius dibagian tangan, bahkan sejumlah tulang tangannyapun ada yang terlepas. Bahkan dibagian punggung toni mengalami luka lebam akibat hantaman benda tajam yang terhalang oleh tas rangsel yang dibawanya.
"Kini kondisi Toni sudah agak membaik, pasca kejadian pengeroyokan itu. dan diperkirakan pada hari senin mendatang toni sudah mulai bisa kembali,"kata Nana, saat ditemui DIZTV Minggu (25/8) dirumah sakit intanbarokah usai menjenguk Toni.
Setelah kejadian itu, kata nana, dirinya dan aparat desa pasirbuah trerus melakukan pengontrolan dan penjagaan, untuk mengantisipasi adanya kejadian pengeroyokan oleh geng motor kembali kepada warga lainnya. Pasalnya untuk saat ini, sebut Nana, berandal jalanan itu, sudah mulai membabi buta kemana saja dan siapa saja.
"Usai kejadian pengeroyokan Toni, ternyata diPasar Telagasari berandal jalanan itu. sedang melempari tigabuah mobil yang melintas jalan dan melakukan pengerusakan kepada sebuah rumah di Desa bekuh, kecamatan telagasari. maka dari itu, untuk anak muda jangan terlalu larut jika keluar main, pasalnya kondisi saat ini sedang memanas,"ulasnya.
Sementara itu Toni Warga Tempuran, yang menjadi korban pengeroyokan geng motor itu mengatakan, dirinya usai pulang kerjadi pete cangsin dikawasan kelari. dan pasca pulang ia dihentikan oleh segerombol pemuda yang menggunbakan sepeda motor, dengan cara dipukul menggunakan bambu.
"pas saya akan terjatuh disitu saya langsung dihajar, dan mereka mengincar akan menebas leher, tetapi saya tangkis menggunakan tangan. Sedangkan orang yang dibelakang saya terus memukuli saya dengan pedang dan golok. untungnya motor tidak mati, dan saya langsung paksakan melaju, dan bisa melarikan diri,"jelas Toni.
Menurutnya, ia tidak merasa punya musuh dan yang lainya di belendung tersbut, dan kejadian ini baru terjadi kali ini selama ia berkerja di cangsin itu. Dan sambung dia, ia juga tidak mengenal satupun pemuda yang mengeroyokinya itu, pasalnya ia langsung dihantam saja tanpa ada basabasi lagi.
"Kondisi badan sudah mulai baikan sih, meski jaritangan harus di pen, karena ada selain tulang yang terjatuh akibat bacokan oleh pemuda tersebut, juha urat dibagian tangan pada putus,"ungkap Toni.
Sementara itu, Wakil Colek ayah dari toni mengatakan, biayaya yang harus ia keluarkan untuk perawatan toni ini sekitar Rp20 juta lebih. Pasalnya, selaintangannya harus dipen dan juga darah juga menghabiskan sekitar 15 kantong, dan itupun harus mengambil kepurwakarta, karena dikarawang kehabisan, dengan alasan pendonor darah saat ini, berkurang. Akan tetapi dari kabar yang ia dapat dari kapolsek Telagasari bahwa diduga salah seorang anggota geng motor sudh tertangkap.
"Ada yang tertangkap yaitu, Embe, warga Dusun babakanbanten, Desa Pasirtelaga. namun hingga kini ia belum mengakui kalo ia sebagai angota geng motor. Embe ditangkap usai melempari tiga buah mobil di pasar telagasari. sedangangkan nama yang baru terungkap itu, Wawan, Ijang, Warga desa Pasirtalaga,"Kata Colek, saat ditemui dirumahsakit tersebut.
Masih kata Wakil Colek, dirinya yang diobantu oleh aparat kepolisian masih melakukan pencarian kepada para berandal jalanan tersebut, jangan sampai aksinya itu kembali terjadi dan memngakibatkan banyak korban yang berjatuhan. Ia juga berharap kepada pihak aparat kepolisian untyuk lebih meningkatkan kembali patroli terutama pada malam minggu.
"Saya berharap semua kalangan bisa bersatu dalam meberantas kejahatan yang ditimbuklkan geng motor ini. karena kelakuannya tersebut sudah menjurus pada kriminal dan anarkisme,"ajaknya.
Sementara itu dari informasi yang dihimpun pasundan espres dilapangan, aksi tawuran geng motor juga sempat terjadi dijohar, pada malam minggu.(izr)
Menurut keterangan Nana Kadus Desa Pasirbuah Kecamatan Majalaya, Toni mengalami luka yang cukup serius dibagian tangan, bahkan sejumlah tulang tangannyapun ada yang terlepas. Bahkan dibagian punggung toni mengalami luka lebam akibat hantaman benda tajam yang terhalang oleh tas rangsel yang dibawanya.
"Kini kondisi Toni sudah agak membaik, pasca kejadian pengeroyokan itu. dan diperkirakan pada hari senin mendatang toni sudah mulai bisa kembali,"kata Nana, saat ditemui DIZTV Minggu (25/8) dirumah sakit intanbarokah usai menjenguk Toni.
Setelah kejadian itu, kata nana, dirinya dan aparat desa pasirbuah trerus melakukan pengontrolan dan penjagaan, untuk mengantisipasi adanya kejadian pengeroyokan oleh geng motor kembali kepada warga lainnya. Pasalnya untuk saat ini, sebut Nana, berandal jalanan itu, sudah mulai membabi buta kemana saja dan siapa saja.
"Usai kejadian pengeroyokan Toni, ternyata diPasar Telagasari berandal jalanan itu. sedang melempari tigabuah mobil yang melintas jalan dan melakukan pengerusakan kepada sebuah rumah di Desa bekuh, kecamatan telagasari. maka dari itu, untuk anak muda jangan terlalu larut jika keluar main, pasalnya kondisi saat ini sedang memanas,"ulasnya.
Sementara itu Toni Warga Tempuran, yang menjadi korban pengeroyokan geng motor itu mengatakan, dirinya usai pulang kerjadi pete cangsin dikawasan kelari. dan pasca pulang ia dihentikan oleh segerombol pemuda yang menggunbakan sepeda motor, dengan cara dipukul menggunakan bambu.
"pas saya akan terjatuh disitu saya langsung dihajar, dan mereka mengincar akan menebas leher, tetapi saya tangkis menggunakan tangan. Sedangkan orang yang dibelakang saya terus memukuli saya dengan pedang dan golok. untungnya motor tidak mati, dan saya langsung paksakan melaju, dan bisa melarikan diri,"jelas Toni.
Menurutnya, ia tidak merasa punya musuh dan yang lainya di belendung tersbut, dan kejadian ini baru terjadi kali ini selama ia berkerja di cangsin itu. Dan sambung dia, ia juga tidak mengenal satupun pemuda yang mengeroyokinya itu, pasalnya ia langsung dihantam saja tanpa ada basabasi lagi.
"Kondisi badan sudah mulai baikan sih, meski jaritangan harus di pen, karena ada selain tulang yang terjatuh akibat bacokan oleh pemuda tersebut, juha urat dibagian tangan pada putus,"ungkap Toni.
Sementara itu, Wakil Colek ayah dari toni mengatakan, biayaya yang harus ia keluarkan untuk perawatan toni ini sekitar Rp20 juta lebih. Pasalnya, selaintangannya harus dipen dan juga darah juga menghabiskan sekitar 15 kantong, dan itupun harus mengambil kepurwakarta, karena dikarawang kehabisan, dengan alasan pendonor darah saat ini, berkurang. Akan tetapi dari kabar yang ia dapat dari kapolsek Telagasari bahwa diduga salah seorang anggota geng motor sudh tertangkap.
"Ada yang tertangkap yaitu, Embe, warga Dusun babakanbanten, Desa Pasirtelaga. namun hingga kini ia belum mengakui kalo ia sebagai angota geng motor. Embe ditangkap usai melempari tiga buah mobil di pasar telagasari. sedangangkan nama yang baru terungkap itu, Wawan, Ijang, Warga desa Pasirtalaga,"Kata Colek, saat ditemui dirumahsakit tersebut.
Masih kata Wakil Colek, dirinya yang diobantu oleh aparat kepolisian masih melakukan pencarian kepada para berandal jalanan tersebut, jangan sampai aksinya itu kembali terjadi dan memngakibatkan banyak korban yang berjatuhan. Ia juga berharap kepada pihak aparat kepolisian untyuk lebih meningkatkan kembali patroli terutama pada malam minggu.
"Saya berharap semua kalangan bisa bersatu dalam meberantas kejahatan yang ditimbuklkan geng motor ini. karena kelakuannya tersebut sudah menjurus pada kriminal dan anarkisme,"ajaknya.
Sementara itu dari informasi yang dihimpun pasundan espres dilapangan, aksi tawuran geng motor juga sempat terjadi dijohar, pada malam minggu.(izr)
Post a Comment