Puluhan Hektar Sawah di Rawamerta, Gagal Panen.

Seperti yang terlihat oleh DIZTV dilapangan, hampir semua areal pesawahan yang ada dikecamatan rawamerta tersebut mengalami kerusakan akibat hama dan nyaris gagal panen. Sedangkan padi yang tidak di panen nampak membusuk dan mengering.
Seperti yang di akui Sakri (50) salah seoran petani warga desa Pasirkaliki kepada DIZTV Sabtu (17/8) mengaku, hampir 30 hektar lebih sawah yang tidakbisa dipanen, dan kondisi seperti ini terus berulang setiap tahunnya.
"pendapatan kita semakin menurutn saja tiap tahunnya, dari perhektar bisa mendapatkan 4-5 ton padi. tetapi kini anya mendapatkan 2-4 kuintal padi saja,"ungkap Sakri, saat di temui di pematang sawah, usai mengangkut padi yang di antarkan kepada pemilik awah.
Dengan kondisi demikian, sambung Sakri, jelas sangat berpengaruh terhadap pendapatannya tiap tahun. bahkan dengan seringnnya gagal panen seperti ini, dirinya harus menelan kekecewaan serta menginggalkan banyak hutang, akibat modal sawanya yang tidak bisa terlunasi.
"yang ada saya hanya merugi dan terus merugi. karena pengeluaran tidak sama denga pendapatan. bahkan utang saya saja sudah bejibun bekas nyawah kemarin,"akunya, seraya meratapi kondisi sawahnya yang mengering itu.
Sementara itu, H. Sodik tokoh masyarakat Desa tegalsawah, dan salah seorang pemilik sawah yang sawahnya ikut terancam gagal panen mengaku, memang hampir semua sawah yang berada dibahu jalan terancam gagal panen.
"banyaknya hama kupu-kupu dan ulat gerek batang membuat tanaman padi itu mati dan mengering. sehingga tidak bisa dipanen karena tidak berisi,"ungkap H. Sodik, saat ditemui disekitaran pematang sawah tersebut, sembari menimbangi padi hasil panennya tersebut.
Untuk saat ini, Ucap dia, belum ada obat yang mujarap untuk membasmi hama-hama ulat gerek itu. padahal, sambung dia, permasalhan terbesar para petani itu saat ini adalah bagai mana mebasmi ulat penggerek itu.
"Di harapkan secepatnya parea pemerintah terkait, bisa secepatnya meberikan solusi untuk mengatasi ulat penggerek. Karena, jika dibiarkan akan terus semakin banyak. Saya modal perhektar hampir mencapai Rp 7 juta, akan tetapi pendapatan paling hanya Rp 1-2 juta saja, dan itu membuat kita kerap merugi,"Ucapnya.
Sedangkan harga padi saat ini, masihkata dia, mencapai Rp4100/kg. dfan itu pun untuk kualitas padi yang bagus. tetapi jika kualitas padinya buruk maka harganya pun akan murah yaitu sekitar Rp4000-3800/kg.
"Dan utnuk kondisi padi saat ini, hanya dapat di jual Rp4000-Rp3900/kg saja.pasalnya kualitas padinya kurang bagus,"pungkasnya.(*)
Post a Comment