APTT Sweeping Pengrajin Tahu Dan Tempe di Telagasari
TELAGASARI, DIZTV-Sejumlah pengrajin tempe dan tahu yang tergabung dalam Asosiasi Pengrajin tahu dan Tempe (APTT), sekitar jam 9.00 WIB Senin (9/9) malam. Melakukan aksi sweeping ketiap-tiap pengrajin tahu tempe yang ada di karawang, terutama untuk para pengrajn tahu dan tempe yang ada di Desa Telagasari Kecamatan Telagasari. Aksei sweeping tersebut bertujuan untuk memboikot agar tidak adanya para pengrajin tahu tempe yang beroprasi dan berjualan, selama tiga hari medatang yaitu dari tanggal 9-11.
Dari informasi yang dihimpun DIZTV dilapangan, aksi sweeping di telagasari tersebut nyaris terjadi keributan, aklibat bersitegang antar yang melakukan aksi (asosiasi pengrajin tahu dan tempe) dengan para pengrajin tahu dan tempe yang ada di Telagasari. Pasalnya, masih ada para pengrajin tahu dan tempe yang berjualan pada tanggal 9, yang dimana sudah disepakati oleh para penerajin tahu tempe se-Indonesia bahwa akan melakukan pemboikotan mogok produksi pada tiga hari itu.
"sebenarnya para pengrajin tahu dan tempe se-Indonesia sudah sepakat akan melakukan boikot mogok produksi selama tiga hari. tetapi para pengrajin tempe di Desa Telagasari ini, hari pertama pemboikotan malah tetap produksi. padahal aksi ini untuk kebaikan bersama para pengrajin tahu dan tempe di indonesia,"kata Asep salah seprang pengrajin Tahu yang ada di Desa Belendung, Kecamatan Telagasari, yang tergabung dalam asosiasi pengrajin tahu dan tempe, kepada DIZTV Selasa (10/9) saat di temui usai aksi sweeping itu.
Dan, sambung Asep, memninta kepada para pengrajin tahu dan tempe di telagasari dan seluruh karawang untuk ikut melakukan aksi bikot, dengan cara tidak melakukan produksi tahu dan tempe, selama tiga hari mendatang. menurutnnya, dalam aksi ini, dirinya dan pengrajin tempe dan tahu tidak meminta harga kedelai untuk diturunkan secara drastis, tetapi yang terpenting memminta produksi kedelai itu di kelola oleh pemerintah, jangan di kelola oleh suasta.
"kalo di kelola oleh suasta harga kedelai itu selalu merangkak naik setiap harinya, bahkan dalam satu bulan, kenaikan harga kedelai bisa mencapai Rp3200. Da untuk sekarang harga kedelai sudah mencapai Rp9700/kg yang sebelimnnya harga kedlai hanya Rp7000/kg,"ugkap Asep.
Menurutnnya, dalam aksi pemboikotan ini, hampir seluruh pengrajin tahu dantempe di Karawang dan didukung oleh para pengrajin tahu tempe dari purwakatra serentak melakukan aksi sweeping serupa di beberapa titik yang ada dikarawang ini.
"Sekitar 30 motor lebih yang melakukan aksi sweeping ini. dan kenapa tujuan kita datang kedesa Telagasari Karena diDesa telagasari masih ada pengrajin tahu Tempe yang masih produksi. Dan ketika esok masih ada yang produksi maka jaminannya adalah jabatan kepala desa Telagasari untuk di copot,"jelasnya.
Sementara itu, suasana yang awalnya memanas bisa mencair saat kepala Desa Telagasari B.U Suherman datang dan meminta kepada para para pengrajin tahu diDesa Telagasari dan asosiasi pengrajin tahu tempe untuk duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
"saya siap dicopot jabatan saya, jika masih ada pengrajin tahu dan tempe di Desa saya yang esok hari masih produksi tahu dan tempe,"tegas B.U Suherman kepala Desa telagasari, saat dialog bersama di kantor Desa Telagasari, kecamatan telagasari Senin malam.
Menurut B.U Suherman, kejadian bersi tegang ini hanya kesalah pahaman saja, antara pengrajin tahu dan tempe di Desanya dengan para pengrajin yang tergabung dalam Asosiasi pengrajin tahu dan tempe. Karena banyak pengrajindi Desannya yang tidak mengetahui akan adanya aksi pemboikotan dengan tidak produksi tahu dan tempe selama tiga hari.
"memang ada surat edaran bahwa pengrajin tahu dan tempe ditelagasari jangan dahulu produksi, tetapi surat itu sampainnya pada Senin (9/9) malam, sehingga senin pagi para penrajin masih berjualan,"kata Suheran.
Sedangkan Pasundan Ekspres menyinggung kepala desa telagasari siap diturunkan jabatannya jika masih ada pengrajin di Desanya itu yang produksi. Dan Suherman, mengakui memang ini adalah kecerobohan warganya, dengan tidak mengindahkan aksi pemboikotan tersebut, yang sudah jauh-jauh hari di gembor-gemborkan.
"intiinya kita ingin menciptakan situasi yang kondusif, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. hanya karena kesalah pahaman ini. mangka dari itu saya siap di copot jabatan ketika masih ada warga saya yang melakukan produksi tahu dan tempe. Tetapi ini khusus warga saya saja,"tegasnnya.
Sementara itu, dengan tidak adanya tahu dan tempe yang beredar dipasaran membuat sejumlah pedagang gorengan dan pedagang nasi uduk di Telagasari mengalami penurunan omset pendapatannya. pasalnnya untuk daerah Telagasari dan sekitarnya, tahu dan tempe masih merupakan pangan pokok yang bisa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Sehingga dengan tidak adanya tahu dan tempe ini, membuat para pedagang kecil kerap mengalami penurunan pendapatannya.
"memang dengan tidak adanya tahu dan tempe ini, setidaknya mengurangi pendapatan saya. ditelagasari ini, peminat tahu dan tempe cukup banyak. mangkannya banyak pengrajin tahu dan tempe di telagasari ini,"ungkap karnelem salah seorang pedagang gorengan di Telagasari.(izr)
Dari informasi yang dihimpun DIZTV dilapangan, aksi sweeping di telagasari tersebut nyaris terjadi keributan, aklibat bersitegang antar yang melakukan aksi (asosiasi pengrajin tahu dan tempe) dengan para pengrajin tahu dan tempe yang ada di Telagasari. Pasalnya, masih ada para pengrajin tahu dan tempe yang berjualan pada tanggal 9, yang dimana sudah disepakati oleh para penerajin tahu tempe se-Indonesia bahwa akan melakukan pemboikotan mogok produksi pada tiga hari itu.
"sebenarnya para pengrajin tahu dan tempe se-Indonesia sudah sepakat akan melakukan boikot mogok produksi selama tiga hari. tetapi para pengrajin tempe di Desa Telagasari ini, hari pertama pemboikotan malah tetap produksi. padahal aksi ini untuk kebaikan bersama para pengrajin tahu dan tempe di indonesia,"kata Asep salah seprang pengrajin Tahu yang ada di Desa Belendung, Kecamatan Telagasari, yang tergabung dalam asosiasi pengrajin tahu dan tempe, kepada DIZTV Selasa (10/9) saat di temui usai aksi sweeping itu.
Dan, sambung Asep, memninta kepada para pengrajin tahu dan tempe di telagasari dan seluruh karawang untuk ikut melakukan aksi bikot, dengan cara tidak melakukan produksi tahu dan tempe, selama tiga hari mendatang. menurutnnya, dalam aksi ini, dirinya dan pengrajin tempe dan tahu tidak meminta harga kedelai untuk diturunkan secara drastis, tetapi yang terpenting memminta produksi kedelai itu di kelola oleh pemerintah, jangan di kelola oleh suasta.
"kalo di kelola oleh suasta harga kedelai itu selalu merangkak naik setiap harinya, bahkan dalam satu bulan, kenaikan harga kedelai bisa mencapai Rp3200. Da untuk sekarang harga kedelai sudah mencapai Rp9700/kg yang sebelimnnya harga kedlai hanya Rp7000/kg,"ugkap Asep.
Menurutnnya, dalam aksi pemboikotan ini, hampir seluruh pengrajin tahu dantempe di Karawang dan didukung oleh para pengrajin tahu tempe dari purwakatra serentak melakukan aksi sweeping serupa di beberapa titik yang ada dikarawang ini.
"Sekitar 30 motor lebih yang melakukan aksi sweeping ini. dan kenapa tujuan kita datang kedesa Telagasari Karena diDesa telagasari masih ada pengrajin tahu Tempe yang masih produksi. Dan ketika esok masih ada yang produksi maka jaminannya adalah jabatan kepala desa Telagasari untuk di copot,"jelasnya.
Sementara itu, suasana yang awalnya memanas bisa mencair saat kepala Desa Telagasari B.U Suherman datang dan meminta kepada para para pengrajin tahu diDesa Telagasari dan asosiasi pengrajin tahu tempe untuk duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
"saya siap dicopot jabatan saya, jika masih ada pengrajin tahu dan tempe di Desa saya yang esok hari masih produksi tahu dan tempe,"tegas B.U Suherman kepala Desa telagasari, saat dialog bersama di kantor Desa Telagasari, kecamatan telagasari Senin malam.
Menurut B.U Suherman, kejadian bersi tegang ini hanya kesalah pahaman saja, antara pengrajin tahu dan tempe di Desanya dengan para pengrajin yang tergabung dalam Asosiasi pengrajin tahu dan tempe. Karena banyak pengrajindi Desannya yang tidak mengetahui akan adanya aksi pemboikotan dengan tidak produksi tahu dan tempe selama tiga hari.
"memang ada surat edaran bahwa pengrajin tahu dan tempe ditelagasari jangan dahulu produksi, tetapi surat itu sampainnya pada Senin (9/9) malam, sehingga senin pagi para penrajin masih berjualan,"kata Suheran.
Sedangkan Pasundan Ekspres menyinggung kepala desa telagasari siap diturunkan jabatannya jika masih ada pengrajin di Desanya itu yang produksi. Dan Suherman, mengakui memang ini adalah kecerobohan warganya, dengan tidak mengindahkan aksi pemboikotan tersebut, yang sudah jauh-jauh hari di gembor-gemborkan.
"intiinya kita ingin menciptakan situasi yang kondusif, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. hanya karena kesalah pahaman ini. mangka dari itu saya siap di copot jabatan ketika masih ada warga saya yang melakukan produksi tahu dan tempe. Tetapi ini khusus warga saya saja,"tegasnnya.
Sementara itu, dengan tidak adanya tahu dan tempe yang beredar dipasaran membuat sejumlah pedagang gorengan dan pedagang nasi uduk di Telagasari mengalami penurunan omset pendapatannya. pasalnnya untuk daerah Telagasari dan sekitarnya, tahu dan tempe masih merupakan pangan pokok yang bisa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Sehingga dengan tidak adanya tahu dan tempe ini, membuat para pedagang kecil kerap mengalami penurunan pendapatannya.
"memang dengan tidak adanya tahu dan tempe ini, setidaknya mengurangi pendapatan saya. ditelagasari ini, peminat tahu dan tempe cukup banyak. mangkannya banyak pengrajin tahu dan tempe di telagasari ini,"ungkap karnelem salah seorang pedagang gorengan di Telagasari.(izr)

Post a Comment