Header Ads

test

27 Kantor Desa Tunggu Giliran Ambruk

TIRTAJAYA, DIZTV-Satu demi satu bangunan kentor desa prototype yang dibangu pada tahun 2011 tahun lalu, pada tahap kedua terus berkurang akibat mengalami ambruk. Dan kali ini giliran di alami oleh kantor desa Pisang Sambo Kecamatan Tirtajaya yang mengalami ambruk.

Menurut sejumlah keterangan aksimata yang melihat kejadian tersebut mengatakan, peristiwa terswebuit terjadi sekitar senin (13/1) pagi hari, pukul 9.00 WIB. bangunan tersebut langsung roboh tanpa ada tanda-tanda terbeih dahulu.

"untungnnya pada saat kejadian tidak ada aparat desa yang sedang berada didalam, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka," ulas Een Nurjanah, kepala desa Pisangsambo, kepada DIZTV, selasa (14/1).

Dikatakannya, gedung desannya itu baru mendapatkan prototype pada tahun 2011 akhir lalu. tetapi kini sudah ambruk akibat diduga baja ringan tidak kuat menopang genting ditambah hujan yang tidak berhenti mengakibatkan beban yang ditopang baja rtingan tersebut bertambah berat dan mengakibatkan baja ringfan tidak kuat dan akhirnnya roboh.

" Tetapi nisa saja akibat pengerjaannya kurang maksimal jadi baru dua tahun sudah ambruk. Saya hannya berharap pihak pemborong bisa meperbaiki kembali bangunan desa saya, pasalnnya hal itu bisa mengganggu jalannnya roda pemerintahan desa,"katanya.

Berdasarkan catatatan DIZTV, dari 30 puluh bangunan kantor desa prototype se-Kabupaten Karawang yang dibangun pada tahun 2011 tahun lalu, yang menggunakan bahan bangunan Glassfibre Reinforced Cement (GRC), tiga diantarannya sudah mengamali ambruk atau roboh, salah satunnya Desa Kalidungjaya, kecamatan Cibuaya, Salah satu Desa dikecamatan Lemah Abang, dan terakhir Desa Pisangsambo Kecamatan Tirtajaya. Sedangkan sekitar 27 bangunan kantor desa se-Kabupaten karawang lainnya masih utuh dan diperkirakan tinggal menunggu giliran.

Bambang, tokoh masyarakat Desa Pisangsambo juga mengatakan jika pembangunan kantor desa yang menggunakan GRC sudah sangat kurang layak, jika kita melihat dari bannyaknnya kantor desa yang bahan materialnya dari GRC, satu persatu mengalami kerusakan yang serupa.

" Seharusnnya pemborong itu jangan mementingkan untungnnya saja, tetapi harus mementingkan kualitas juga. jangan sampai dengan adannya kondisi seperti ini merugikan bannyak pihak, apalagi dihawatirkan akan adannya korban jiwa pada saat ambruknnya kantor desa,"kata bambang.(izr)

No comments