Header Ads

test

Pihak Sekolah Jamin MOS Tidak Ada Perpeloncoan

Tampak Kanan Kepsek SMKN 1 Cilamaya, Hj. Mutia, MM
CILAMAYA WETAN - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cilamaya, Hj Mutia MM, menegaskan bahwa pihaknya akan bersama-sama melakukan pengawasan pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi perpeloncoan dan kekerasan selama proses pengenalan itu berlangsung. 

“Pihak sekolah menjamin akan melakukan pengawasan intensif selama MOS berlangsung.Ini juga sudah disampaikan dalam rapat dengan pihak sekolah yang mana kedua belah pihak berkomitmen menjalankan MOS sebaik mungkin agar tidak ada kegiatan fisik yang nantinya dapat menyulitkan siswa.”ungkapnya kepada Diztv saat disekolah, Rabu (29/7).

Lebih lanjut Mutia menambahkan, kegiatan MOS kepada siswa bisa dilakukan dengan cara yang lebih bermanfaat bagi siswa tanpa mengurangi tujuan dari MOS itu sendiri. Pelaksanaan MOS yang menyenangkan dapat membuat siswa baru betah di sekolah yang baru.

"Tetapi, kalau tahap awal sudah ada peloncoan, hal itu bisa berimbas pada semangat siswa. Terlebih kalau kegiatan MOS tersebut ada semacam hukuman fisik yang bisa merugikan dan menyulitkan siswa baru," katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya tidak melarang kegiatan MOS yang ada di sekolah dalam rangka menyambut kedatangan siswa baru,tetapi tetap menggunakan etika yang baik.Dengan demikian, proses pengenalan terhadap sekolah antara siswa baru, kakak kelas, dan juga sejumlah guru sekolah bisa dilakukan dengan baik tanpa harus mengurangi tujuan dari MOS itu sendiri.

“Masa Orientasi Siswa (MOS) kali ini juga tidak memberatkan dan membebani para orangtua. Mengingat kebutuhan biaya yang dikeluarkan sudah terlalu banyak.Sehingga tidak pusing untuk mencari barang-barangnya.” katanya.

Menurut mantan guru SMK Jatisari ini,bahwa tahun ini SMKN 1 Cilamaya memiliki kuota sebanyak 360 siswa dengan 10 rombongan belajar(Rombel). Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) sekolah dimulai pada tanggal 03 Agustus mendatang, bagi kelas X akan diawali dengan orientasi siswa sedangkan untuk kelas XI dan XII pembagian ruang kelas baru.

“Dua hari untuk kegiatan orientasi bagi siswa baru dan pembagian kelas serta jadwal mata pelajaran. Minggu selanjutnya diagendakan kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah epektif dilaksanakan. Sehingga tidak banyak waktu yang terbuang,” katanya.

Melalui MOS ini diharapkan dapat menimbulkan kecintaan terhadap sekolah, sehingga proses belajar-mengajar dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan lebih baik. "MOS itu perlu bagi siswa baru, tapi jangan diisi dengan kegiatan yang bisa memicu kekerasan fisik.Dan saya menjamin bahwa SMKN 1 Cilamaya menjalankan MOS dengan sebaik-baiknya tanpa berbenturan dengan fisik apapun.”Pungkasnya.(izr).

No comments