Ngaku Bisa Gandakan Uang, Dukun Rp 120 juta Dibawa Kabur
KUTAWALUYA, DIZTV-Ditengah hingar bingarnya kemajuan jaman, masih saja ada orang
yang tergiur mendapatkan uang dengan jalan pintas. Mereka (masyarakat)
mencoba melipatgandakan uang yang dimiliki melalui jalur dukun pengganda
uang. Namun bukan uang yang bertambah, akan tetapi uang tersebut malah
raib digondol oleh sang dukun yang mengaku bisa menggandakan uang
tersebut.
Seperti yang dialami oleh salah seorang warga Dusun Cibanteng, Desa Mulyajaya, kecamatan Kutawaluya, yang menjadi korban penipuan tersebut , yang memang tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian yang namanyaminta untuk dirahasiakan karena takut, kepada DIZTV Sabtu (31/8) mengaku sudah meberikan uang sebesar Rp 120 juta kepada Dukun pengganada uang, dengan harapan uang itu bisa bertambah sepuluh kalilipat.
"Dukun tersebut warga bekasi, dukun itu mengaku kalau namanya itu Sarif Hidayatullah. Awalnya saya dapat kabar kalau di Sebrang (bekasi,red) ada dukun, itu dari ceritaan orang-orang, kalau di sebrang ada dukun yang bisa menggandakan uang sebanyak sepuluh kali lipat. lantas dengan adanya kabar demikian saya langsung tertarik, dan langsung mendatangi dukun itu,"katanya.
Menurutnya, yang menjadi korbang dari penipuan yang berkedok sebagai dukun pengganda uang tersebut bukan hanya ia saja, akan tetapi sudah banyak warga yang bernasib serupa sepertinya. bahkan termasuh warga bekasinya sendiri juga mengalaminasib yang serupa dengannya. Diketahui, sambung dia, dukun tersebut akan melakukan penipuan pada saat dukun tersebut berjanji dalam jangka waktu satu minggu uangnnya tersebut sudah akan bertambah. Tetapi sudah hampir satubulan masih belum ada kabar juga mengenai uang bertambahnya uang itu.
"Pada sat saya mendatangi kediaman dukun itu, ia (dukun,red) sudah tidak ada dirumahnya. Tetapi saat saya mengancam akan melaporkannya kepihak yang berwajib ia langsung bisa ditemui. Kalau saya masih mending dari uang yang diberikan sebesar Rp120 juta, yang Rp100 juta sudah dikembalikan, sedangkan untuk uang yang Rp 20 juta nya, lenyap oleh dukun tersebut, dengan alasan uang sudah terpakai oleh nya,"ungkap Korban.
Dengan kejadian ini, ucapnya, ia mengakau kapok dan tidak mau mepercayai dengan adanya kabar ada dukun yang bisa menggandakan uang, tau kepada hal-hal yang dianggapnya belum jelas kebenaran dan buktinya. Pasalnya, tambah dia, dijaman maju seperti ini, banyak orang yang menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan pundi-pundi uang.
"Ini akan menjadi hal yang pertama dan yang terakhir kali buat saya,"ujarnya.
Sementara itu menurut Bangkok salah seorang Tokoh masyarakat Kutawaluya mengatakan, memang penipuan yang menggunakan berbagai macam kedok untuk mengelabui orang yang akan menjadi sasarannya,agar lebih percaya dan meyakinkan saat beroprasai. Mangka dari itu, jangan sampai mudah percaya, kepada hal yang demikian.
"Setelah mendengar kejadian itu, saya beserta rekan saya langsung mendatangi rumah dukun yang diduga bisa menggandakan uang tersebut, utuk memastika ia benar bisa menggandakan uang atau tidak, dan ternyata ia itu, adalah salah seorang tukang pencetak batu bata, dan hanay dukun biasa. Dan saat itu ia sedang membangun rumahnya,"ungkap Bangkok, kepada DIZTV.
Kusnadi, salah seorang Warga Desa Kampungsawah, kecamatan Jayakerta juga menambahkan, memang banyak warga di Desanya yang menjadi korban dukun tersebut, datang ketempat dukun itu untuk mencoba menggandakan uang. Namun kebanyakan tidakberhasil.
"Namun stelah tahu bahwa dukun itu ternyata tidak bisa menggandakan uang. jadi warganya juga sudah tidak adalagi yang datang kedukun itu,"kata Kusnadi.(izr)
Seperti yang dialami oleh salah seorang warga Dusun Cibanteng, Desa Mulyajaya, kecamatan Kutawaluya, yang menjadi korban penipuan tersebut , yang memang tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian yang namanyaminta untuk dirahasiakan karena takut, kepada DIZTV Sabtu (31/8) mengaku sudah meberikan uang sebesar Rp 120 juta kepada Dukun pengganada uang, dengan harapan uang itu bisa bertambah sepuluh kalilipat.
"Dukun tersebut warga bekasi, dukun itu mengaku kalau namanya itu Sarif Hidayatullah. Awalnya saya dapat kabar kalau di Sebrang (bekasi,red) ada dukun, itu dari ceritaan orang-orang, kalau di sebrang ada dukun yang bisa menggandakan uang sebanyak sepuluh kali lipat. lantas dengan adanya kabar demikian saya langsung tertarik, dan langsung mendatangi dukun itu,"katanya.
Menurutnya, yang menjadi korbang dari penipuan yang berkedok sebagai dukun pengganda uang tersebut bukan hanya ia saja, akan tetapi sudah banyak warga yang bernasib serupa sepertinya. bahkan termasuh warga bekasinya sendiri juga mengalaminasib yang serupa dengannya. Diketahui, sambung dia, dukun tersebut akan melakukan penipuan pada saat dukun tersebut berjanji dalam jangka waktu satu minggu uangnnya tersebut sudah akan bertambah. Tetapi sudah hampir satubulan masih belum ada kabar juga mengenai uang bertambahnya uang itu.
"Pada sat saya mendatangi kediaman dukun itu, ia (dukun,red) sudah tidak ada dirumahnya. Tetapi saat saya mengancam akan melaporkannya kepihak yang berwajib ia langsung bisa ditemui. Kalau saya masih mending dari uang yang diberikan sebesar Rp120 juta, yang Rp100 juta sudah dikembalikan, sedangkan untuk uang yang Rp 20 juta nya, lenyap oleh dukun tersebut, dengan alasan uang sudah terpakai oleh nya,"ungkap Korban.
Dengan kejadian ini, ucapnya, ia mengakau kapok dan tidak mau mepercayai dengan adanya kabar ada dukun yang bisa menggandakan uang, tau kepada hal-hal yang dianggapnya belum jelas kebenaran dan buktinya. Pasalnya, tambah dia, dijaman maju seperti ini, banyak orang yang menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan pundi-pundi uang.
"Ini akan menjadi hal yang pertama dan yang terakhir kali buat saya,"ujarnya.
Sementara itu menurut Bangkok salah seorang Tokoh masyarakat Kutawaluya mengatakan, memang penipuan yang menggunakan berbagai macam kedok untuk mengelabui orang yang akan menjadi sasarannya,agar lebih percaya dan meyakinkan saat beroprasai. Mangka dari itu, jangan sampai mudah percaya, kepada hal yang demikian.
"Setelah mendengar kejadian itu, saya beserta rekan saya langsung mendatangi rumah dukun yang diduga bisa menggandakan uang tersebut, utuk memastika ia benar bisa menggandakan uang atau tidak, dan ternyata ia itu, adalah salah seorang tukang pencetak batu bata, dan hanay dukun biasa. Dan saat itu ia sedang membangun rumahnya,"ungkap Bangkok, kepada DIZTV.
Kusnadi, salah seorang Warga Desa Kampungsawah, kecamatan Jayakerta juga menambahkan, memang banyak warga di Desanya yang menjadi korban dukun tersebut, datang ketempat dukun itu untuk mencoba menggandakan uang. Namun kebanyakan tidakberhasil.
"Namun stelah tahu bahwa dukun itu ternyata tidak bisa menggandakan uang. jadi warganya juga sudah tidak adalagi yang datang kedukun itu,"kata Kusnadi.(izr)

Post a Comment