Header Ads

test

Kades Pandang Bulu, Warga Blokade Kantor Desa.

PEDES, DIZTV-Sejumlah pemuda yang mengatas namakan organisasi Pedes Pencinta Alam (Despala) Minggu (1/9) memblokir kantor desanya sendiri yaitu kantor desa Payungsari Kecamatan Pedes dengan memasang sejumlah sepanduk yang bertuliskan cacian kepada kepala desanya Ade Johan.

"kami melakukan aksi pemasangan sepanduk yang bertuliskan aspirasi masyarakat dan warga Desa payungsari ini, kepada kepemimpinan kepala desanya saat ini Ade Johan, yang sudah tidak peduli kepada masyarakatnya, dengan membiarkan drainase terus mampet,"kata Ijar (19), salah seorang anggota Despala, di sela-sela aksinya itu, kerpada DIZTV.


Menurutnya, Ade johan, merupakan pemimpin yang pandang bulu, hanya kepada warga yang mempunyai kepentingan tau power di desanya itu ia dsekati dan dibelanya, sedangkan untuk masyarakat yang tidak  mampu selalu disisihkan. dan kami menuntuk agar ade johan di berhentikan.


"kami menuntut drainase yang sudah bertahun tahun ini terus dibiarkan mampet tanpa ada perbaikan sama sekali. sehingga itu bisa berdampak timbuilnya penyakit seperti DBD saat musim hujan turun. dan mampetnya drainase ini, disebabkan banyaknnya bangunan baru yang mematenkan rdainasenya sehingga tidak bisa dibersihkan. mengakibatkan sampah menjadi menumpuk,"ujarnya.


Sementara itu ditempat yang sama Gigin selaku ketua Dari organisasi pemuda tersebut juga m,enambahkan kaliu, sebelumnya ia dan rekannya sudah melakukan aksi bersih-bersih solokan atau drainase di desa ini. tetapi itu hanya bisa membersihkan sekitar dua kilo saja, pasalnya banyak bangunan yang di patenkan sehingga sulit untuk dibersihkan.


"Sebelumnnya saat kami akan melakukan bersih-bersih drainase sudah melepon kepada kepala desa kami, tetapi ia menjawab tidak bisa, dan begitu pun seterusnnya terus menjawab tidak bisa padahal ini demi kepentingan bersama. kalupun kepala desa tidak bisa ia (kades,red) bisa mengirim aparat desanya untuk bantu-bantu tetapi ini mah malah acuh saja seperti tidak peduli,"kata Gigin sembari menunjukan kekesalannya.


Adapun anggaran musrembang tahun 2012 yang dimana dalam rapat itu, sambung dia, harus dipungsikan kembvali saluran air drainase dari bedeng ke pesawahan. tetapi hingga tahun ini belum ada darainase satupun yang dirubah atau dibangun sama sekali. padahal anggaran yang diturunkan oleh APBD provinsi itu sebesar Rp300 juta.


"kami menuntuk kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan tindakan tegas. Dan untuk camat juga harus tegas dalam menangani masalah ini, dan jika tidak ada tindakan yang dilakukan oleh pemerintah desa terkait permasalahan ini, maka kami akan melakukan aksi lebih dari ini, dan akan membawa masa lebih banyak lagi,"katanya.


Sementara itu dari pantauan DIZTV dilapangan pemuda tersebut selain memasang sepanduk yang bertuliskan kekesalan mereka. tetapi pemuda yang mengatasnamakan Pedes Pencinta Lingkungan itu juga melempari plang desa dengan menggunakan lumpur, sebagai bentuk meluapkan kekesalan mereka.(izr)

No comments