Header Ads

test

Rekrutmen Anggota LSM Harus Diperketat


H. Pahrudin
RENGASDENGKLOK, DIZTV -Banyaknya oknum Lembaga Swadaya Masarakat ( LSM ) yang menjadi gunjingan masarakat, dari mulai tingkat kabupaten hingga yang berada di wilayah pesisir utara kota karawang sangat ramai didikeluhkan warga dan pengusaha.

Tugas dan pungsi LSM sebagai sosial kontrol, dimanfaatkan oleh oknum LSM menjadi salah satu ajang usaha. Pasalnya, untuk saat ini banyak oknum yang mengatsnamakan LSM, dan mereka sering melakukan hal yang tidak terpuji, bahkan banyak juga mereka dengan terang terangan memeras para pengusaha yang menjalakan rehab kontruksi unfrastruktur yang di ploting pemerintah pemda karawang dengan tidak ragu lagi mereka memalak sejumblah uang yang di inginkan dengan dalih uang Kordinasi.

"Memang saya sering melihat banyak oknum LSM yang memerasi para pemborongn dan lainya. bahkan oknum tersebut kerap mengambil lahan usaha kita (warga,red),"ungkap salah seorang warag Rengasdengklok yang tidak mau disebutkan namanya karena takut. kepada DIZTV Selasa (20/8)

Saking banyaknya oknum LSM melakukan tindakan yang mersahkan masarakat, Ucap dia, dan seringkali melakukan tindakan yang kurang pantas, terkadang menghalangi para pengusaha kontraktor yang melakukan perbaikan konstruksi jalan.

"bagai mana tidak, jalan yang baru sebentar dibangun, dan beberapa bulan sudah rusak lagi. ya karena dana untuk perbaikan jalan pun berkurang,"katanya.

Sementara itu menurut H. Pahrudin ketua PAC Pemuda Pancasila ( PP ) kecamatan rengasdengklok, kepada DIZTV menghatakan, terbentuknya LSM yang ada di wilayah kabupaten karawang itu terlalu mudah untuk meraih anggota LSM, dan langsung dibekali dengan kartu tanda pengenal. sehingga
banyak oknum LSM yang memanfaatkan hal tersebut, utnuk di jadikan ajang pemerasan terhadap pengusaha.

"tidak di dasari oleh pendidikan yang jelas hanya asal raih anggota saja dan asal banyak saja yang seharusnya di lakukan diklat untuk para anggota LSM ya minimal dengan bekal apa pungsi dari LSM yang sebenarnya. dan jangan terlalu mudah meberikan bekal KTA, karena hal itu kerap digunakan oleh oknum LSM yang tidak beranggung jawab. untuk aksi yang kurang baik,"katanya.

Tidak jarang, sambung dia, mereka menganggap LSM untuk dijadikan ajang mencari napakah bukan sebagai sosial kontrol. Dalam hal ini para petinggi LSM harus bertindak tegas, jangan sampai membiarkan naggota yang sudah keluar, lantas KTA belum ditarik.

"Karena jika membiarkan orang yang sudah keluar dari organisasi tersebut, lantas masih memegang KTA. maka hal itu dapat merugikan organisasi itu sendiri, pada saat ada oknum melukan hal yang kurang baik,"pumngkasnya.(izr)

No comments