Header Ads

test

Panjat Pinang, Lecehkan Bangsa Indonesia

RENGASDENGKLOK, DIZTV-Perlombaan panjat pinang sudah menjadi salah satu hal yang biasa dilakukan pada saat merayakan 17 agustusan. bahkan panjat pinang ini, masaih saja diminati hingga saat ini. Seperti di Desa rengasdengklokutara, kecamatan Rengasdengklok, lomba pajat pinang sengaja digelar lebih awal guna memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-68.

"Setiap thun kita selalu mengadakan perlombaan pajat pinang ini. walau hadihanya hanya sederhana saja, tetapi yang kemeriahan selalu terjalin,"ungkap Ferdy, salah seorang panitya perlombaan panjat pinang tersebut, kepada DIZTV Sabtu (17/8).

Dalam perlombaan itu, Sambung dia, para peserta berusaha mengambil berbagai macam hadiah di pucuk batang pinang. Warga di Desa Rengasdengklok utara, kecamatan Rengasdengklok, sengaja merayakan HUT RI lebih awal di karenakan, menurut mereka kemerdekaan Indonesia, berawal di rengasdengklok ini.

"Dinyatakannya kemerdekaan Republik Indonesia, di rengasdngklok ini pada 16 agustus 1945. jadi banyak warga direngasdengklok, yang sudah merayakan hari kemerdekaan pada 16 agustus,"ungkapnya.

Sementara itu dari pantauan DIZTV dilapangan, suasana di tempat perlombaan panjat pinang tersebut sangat ramai di kunjungi warga yang sekedar ingin melihat, dan menjadikan panjat pinang tersebut sebagai hiburan saja.

Sedangkan menurut Pepen Ependi, Spd, salah seorang sejarawan asal Rengasdengklok mejelaskan, bahwa panjat pinang berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu.

"lomba panjat pinang diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain. yang mengikuti lomba panjat pinang ini adalah orang-orang pribumi. Hadiah yang diperebutkan biasanya bahan makanan seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja,"Ulas Ependi.

Bisa dibayangkan kondisi pada masa penjajahan, Ulas dia, sementara warga negara Indonesia bersusah payah dengan berlumuran keringat, para Penjajah Belanda dan keluarganya tertawa terbahak bahak melihat penderitaan Bangsa Indonesia.

"yaa mungkin saat ini, ketika perayaan 17 Agustus, mereka (belanda,red) masih tertawa terbahak bahak, menyaksikan bahwa budaya yang mereka buat dengan tujuan melecehkan Bangsa Indonesia, ternyata justru di lestarikan,"katanya.(*)

No comments