Rumah Sejarah Dipadati Pengunjung

Dirumah
itu, selain diamankan, Soekarno juga didesak oleh kaum muda untuk segera
memproklamasaikan kemerdekaan Indonesia, tanpa harus menunggu kemerdekaan yang
berupa hadiah dari Jepang. Pemuda menganggap kekalahan Jepang dalam Perang
Dunia II adalah momen yang tepat bagi Bangsa Indonesia untuk memerdekakan diri,
mengingat kekuatan Jepang yang mulai melemah. Peristiwa perundingan di rumah
Djiauw Kie Siong itu kemudian kita sebut dengan peristiwa Rengasdengklok. Kini,
setelah setengah abad bangsa kita merdeka, jejak sejarah tersebut masih bisa
dikunjungi. Bedanya, kini rumah bersejarah itu lokasinya dipindahkan, terletak
sekitar 100 meter dari Monumen Kebulatan Tekad.
“Adapun
letak rumah yang dulu didiami Soekarno berada didekat monumen kebulatan tekad.
Pemindahan ini dilakukan karena lokasi aslinya dahulu terkena luapan lumpur
ketika terjadi erosi di Sungai Citarum pada tahun 1957. Pemindahan ini dilakukan
atas perintah Soekarno. Karena itu pulalah di lokasi aslinya dulu, kemudian dibangun
Monumen Kebulatan Tekad,”ulas Idris, selaku perawat asset sejarah yang ada di
Renmgasdengklok, kepada DIZTV kamis (15/8)
Rumah
yang sebagian besar bahan bangunannya diambil dari rumah aslinya ini, hingga
saat ini diurus oleh cucu Djiauw Kie Siong, dengan desain bangunan tidak jauh
berbeda dengan rumah yang dulu. Yang berbeda, sekarang sebagian benda atau
perabotan rumah sudah diganti dengan replikanya.
“Adapun
perabotan yang asli, ditempatkan di Museum di Bandung. Tetapi di rumah ini,
kita bisa menemukan benda asli diantaranya cermin, meja, foto, lukisan serta
bale-bale yang terletak di depan rumah. Sedangkan, ranjang yang dulunya
ditempati Soekarno, kursi diruang tengah yang menjadi tempat berunding sudah
dialihkan ke Museum di Bandung,”Ucapnya.
Menurutnya,
diperkirakan dengan menjelang peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2013 besok,
rumah sejarah kembali menjadi objek kunjungan para keluarga pejuang dan juga
veteran dari Jakarta. Dengan menggandeng generasi muda, rombongan dari Jakarta
ikut meramaikan menjelang peringatan 17 Agustus besok.
“karena
setiap tahun sudah terbiasa seperti itu. Dan sudah menjadi tradisi,”ulasnya.
Salah
seorang pengunjung yang juga sejarawan, Rusdi mengakui keberadaan rumah sejarah Rengasdengklok tidak bisa dipisahkan
dari lahirnay kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 45. Hal itu karna sebelumnya,16
Agustus 45, Soekarno –Hatta memang berhasil didesak para pemuda untuk segera
memerdekakan Indonesia tanpa menunggu lama- lama.
”Kita
patut mengetahui rumah sejarah ini.Karna disinilah lahirnay kebulatan untuk
memerdekakan Indonesia yang sebelum peristiwa Rengasdengklok sikap kedua tokoh
tersebut terkesan belum jelas.Untuk itu, keberadaan rumah sejarah dan juga
peninggaannya harus menjadi perhatian semua termasuk pemerintah Karawang dimana
sejarah ini ada,”jelasnya.
Tambah
dia, untuk rombongan kita sendiri ini yang ketiga kalinya.Memang sayang
kelihatnnya perhatian terhadap rumah sejarah dan juga cerita lengkap peristiwa
Rengasdengklok belum diketahui semua lapisan masyarat.Hal ini menjadi
tantangan, terutama pemerintah Karawang dan juga Provinsi Jawa Barat untuk
bagimana keberadaan rumah sejarah ini menjadi pengetahuan umum yang bisa
diketahui smeua masyarkat termasuk warga Karawang.
”Kita
berharap rumah sejarah dan juga cerita lengkap rumah sejarah ini menjadi
edukasi yang tanggungjawab pemerintah.Hal itu untuk semua lapisan masyarkat
mengetahui cerita lengkap sejarah Rengasdengklok dan juga
peninggalannya,”harapnya.(*)
Post a Comment