Warga Pasirmukti Pertanyakan Jamkesmas
TELAGASARI, DIZTV-Sejumlah Warga Desa Pasirmukti Kecamatan Telagasari,
menannyakan kejelasan jamkesmas yang diperkirakan sudah lama di bagikan
oleh Dinas kesehatan Karawang. Namun hingga kini hampir seluruh warga Desa
Pasirmukti mengaku belum menerima kartu jaminan kesehatan tersebut.
Bahkan dari informasi yang dihimpun DIZTV
dilapangan, untuk di Puskesmas Telagasari sendiri tercatat belum ada
warga Desa Pasirmukti yang menggunakan jamkesmas saat berobat. tapi
kebanyakan menggunakan JPKMM.
Seperti di ungapkan Sarmo, salah seorang warga Desa Pasirmukti kepada DIZTV minggu (22/9), mengaku kalau dirinya belum menerima kartu jamkesmas tersebut. bahkan menurutnnya, banyak tetangganya yang belum mendapatkan kartu jamkesmas itu.
"memang belum ada kartu jamkesmas yang dibagikan kesaya. bahkan E-KTP saja saya belum dapat, padahal awal ada pembuatan E-KTP saya langsung membuatnnya,"kata Sarmo, saat diemui dirumahnnya.
Sedangkan, sambung Sarmo, banyak warga miskin desa pasirmukti yang sakit dan terpaksa hanya dirawat dirumah saja, akibat tidak adanya biyaya untuk membayar ongkos rumah sakit. Padahal, lanjutnya, jamkesmas itu sangatlah berharga bagi masyarakat miskin, untuk mengurangi biyaya berobat saat mereka sakit.
"kadang-kadang saat kita meminta jamkesmas malah dialihkan untuk membuat JPKMM, dengan proses yang lumayan ribet, dan harus mengeluarkan banyak biyaya. apalagi banyak warga miskin yang tidak bisa menguruskan hal tersebut, jadi malah semakin mempersulit bagi warga miskin,"ucapnya.
Sedangakn menuru Kejeng (45) salah seorang warga Desa Kalibuaya mengaku kalau di Desanya itu, malah sudah dibagikan semua, bahkan kartu tersebut sudah hampir satu tahun ia miliki. Karena, lanjutnya, memang kartu jamkesmas ini merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat, mangkanya oleh aparat Desanya secepatnnya dibagikan.
"adanya kartu jam kesmas ini sangat membantu bagi masyarakat miskin, yang mengalami musibah seperti sakit atau kecelakaan. karena bisa mengurangi beban bagi masyarakat tidak mampu,"katanya.
Sulaeman.SE Kepala Desa Pasirmukti saat ditemui DIZTV di kantor Desanya, memabntah tudingan wargannya kalau pihak Desa tidak membagikan kartu jamkesmas tersebut kepada warganya.
"100 persen Saya sudah bagikan semua kartu jamkesmas kepada warga saya. Dan kjamkesmas ini dibagikan hanya kepada warga tidak mampu saja,"aku Sulaeman.SE.
Adapun, kata Dia, masyarakat yang belum mendapatkan kartu jamkesmas itu dikarenakan adanya kesalahan penulisan nama dan alamat. Dan harus dikembalikan kembali kepada dinas kesehatan untuk direfisi kembali. Sedangkan, saat disinggung mengenai pembuatan JPKMM yang diduga dipatyok harus membayar sebesar Rp3000, ia mengaku tidak pernah mematok seperti itu.
"tapi hingga saat ini kartu tersebut belum juga dikirim kembali kepada desa saya. Adapun untuk pembuatan JPKMM aparat desa tidak pernah mematok harga. ada pun uang yang dikeluarkan, itu untuk para aparat desa yang berangkat kedinkes, karena pembuatan JPKMM ini harus dibarengi kadus, sekdesa dan orang kecamatan jadi wajar kalo harus mengeluarkan uang untuk mereka (aparat desa,red),"pungkasnya.(izr)

Post a Comment