Header Ads

test

LPG 3 Kg Langka, Warga Terpaksa Gunakan Kompor Tradisional

TELAGASARI, DIZTV -Sudah jatuh tertimpah tangga, itu lah yang saat ini dirasakan oleh sejumlah masyarakat Desa Pasirmukti dan sekitarnnya. Karena sejak dua pekan terakhir masyarakat Desa Pasirmukti, Kecamatan Telagasari mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilo gram. Bukan saja langka dipasaran, gas LPG 3 Kg tersebut juga hargannya mulai melonjak naik sehingga semakin memicu keresahan masyarakat. Akibatnnya, sejumlah ibu rumah tannga yang tidak bisa mendapatkan gas LPG tersebut terpaksa harus kembali memasak dengan menggunakan tungku tradisionnal terbuat dari tanah liat (Hawu).
Karnelem (57) salah seorang warga Desa Pasirmukti, Kecamatan Telagasari yang terpaksa harus kembali memasak menggunakan kompor tradisional, akibat sulit mendapatkan gas LPG 3 kg, yang dirasannya sudah mulain langka itu.
"Sudah dua minggu ini gas langka, sekali pun ada harus mencari cukup jauh hingga kepasar Telagasari serta hargannya pun menjadi mahal. Yang tadinyya harga gas LPG 3k hannya Rp17.000, sekarang menjadi Rp18.000-Rp20.000 per tabung," kata Karnelem, kepada DIZTV, minggu (15/12).
Ddikatakan Ibu dengan empat orang anak ini, mengaku sangat tertekan dengan kondisi seperti ini. Pasalnnya, selain harus mencari gas LPG cukup jauh dengan menempuh jarak sekitar 3 kilo meter, ditambah hargannya juga turut melambung tinggi. Sehingga semakin memojokan dirinnya dan sejumlah masyarakat kecil lainnya.
"Biyaya untuk dapur saja sudah sangat mahal saat ini mah, ditambah dengan lanngka dan naiknnya harga LPG ini, beban saya semakin berat saja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Mangkannya saya kembali menggunakan hawu untuk mengirit pengeluaran saya saat ini," paparnnya.
Sementara itu Ai (49) salah seorang pengecer gas LPG 3 kg juga mengaku, pasokan gas dalam jangka waktu dua pekan ini nyaris hilang, karena tidak ada pengiriman yanng dilakukan oleh agen gas kepada dirinnya.
"Adapun penngiriman gas LPG 3kg kemarin hanya sebannyak lima tabung saja, hargannya juga menjadi naik Rp19.000. Sudah jelas gas itu dalam waktu berapa jam juga sudah langsung habis diburu masyarakat," ungkap Ai.
Menurutnnya, kondisi langkannya gas LPG 3 kg yang merupakan kebijakan pemerintah atas konvensi minyak tanah. Tapi kondisinya sekarang gas LPG tersebut sulit didapatkan dan harganya pun membebankan warga kurang mampu.
"Kelangkaan gas LPG ini belum jelas penyebabnnya, mungkin karena menjelang tahun baru kali. Kami sih berharap agar pemerintah bisa kembali meperbanyak pasokan LPG tersebut, dan menurunkan harga yang sudah melambung tinggi itu. Karena, jika kondisi terus seperti ini maka masyarakat kurang mampu yang akan menjadi korban,"pungkasnnya.(izr
)

No comments