Pemberantasan Geng Motor Hanya Sekedar Seremonial
![]() |
| Deden |
"mengingat bannyaknnya para remaja yang tergabung dalam angota geng motor. bahkan angotanya juga banyak dari kalangn para pelajar dari tingkat SMP-SMA,"Kata Deden, saat ditemui dikecamatan telagasari, Kepada DIZTV jumat (6/12).
Dikatakannya, masalah geng motor ini tidak pernah diobati secara sungguh-sungguh. Geng motor ini salah satu bentuk patologi sosial, penyakit masyaraka. Jika dulu, sambung dia, geng motor itu terkenal banyak di kota-kota besar, tetapi kini hingga pelosok desa kawanan geng motor sudah semakin menjamur, namun sejauh ini tidak pernah ada tindakan serius dari pihak kepolisian terkait maraknnya geng motor ini.
"anti sipasi terjadinnya geng motor harus semakin digalakan oleh muspika kecamatan Telagasari, pasalnya kondisi ini sudah semakin parah di Telagasari dan korban pun sudah bannyak berjatuhan, bahkan hingga masyarakat umum yang menjadi korbanya,"ungapnya.
Dalam memberantas geng motor, Kata dia, tidak ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, polisi, dan semua pihak terkait. Sehingga masih dengan lelusannya para berandal jalanan itu melakukan aksinnya disetiap malam terutama pada malam mingu yang dinilai rawan akan aksi geng motor.
"Koordinasi antara semua instansi itu yang tidak saya lihat, semuanya (bekerja,red) sendiri-sendiri. Koordinasi pun harus berjalan tidak hanya di tingkat atasan, tapi harus sampai ke jajaran paling bawah. Jangan sampai berbagai upaya pemberantasan geng motor hanya sekedar seremonial di tingkat atasan. Kalau boleh dikatakan kenapa (geng motor,red) kambuh lagi, karena pengobatannya tidak pernah tuntas. Tidak ke akar persoalan yang sebenarnya," tuturnya.
Deden menambahkan, ada faktor lain yang juga harus ikut sama-sama bekerja untuk mencegah tumbuhnya geng motor. Pola pendidikan di keluarga, lingkungan, hingga sekolah harus mampu mengajarkan remaja untuk sadar dan patuh terhadap hukum.(isl)

Post a Comment