Header Ads

test

Pemkab Siapkan Rp950 juta Untuk Para Petani Korban Banjir

BERITA.Korban banjir masih menunggu bantuan Pemkab karawang.

Kadarisman tinjau sawah terendam banjir.
PAKISJAYA, DIZTV-Puluhan rumah warga di Kecamatan Pakis jaya tepatnya di desa Teluk Buyung kembali terendam banjir, Musibah ini terjadi setelah hujan deras selama tiga hari berturut-turut diwilayah karawang utara. Dan ditambah meluapnya aliran Sungai Citarum. Selain, rumah warga terendam banjir sawah-sawah warga juga terendam banjir dan hal ini cukup memberikan dampak yang buruk terhadap hasil panen petani pada amusim kali ini.

Wahyudin (50) salah satu korban banjir desa teluk buyung kecamatan Pakis jaya mengatakan, banjir yang terendam rumah warga yang ada di desa teluk buyung ini akibat meluapnya sungai citarum,dan juga prakiraan hujan yang terus. untuk kejadian seperti ini baru kali ini yang terjadi seperti ini, namun sebelumnya belum pernah terjadi. hal ini juga diakibatkan, karena hujan yang terus menderas selama seminggu terakhir ini dan belum tahu kapan redahnya, kata Wahyudin kepada DIZTV,kamis (16/1).

"memang sekarang ini kami juga binggung karena barang kami sendiri belum dikeluarkan dari dalam rumah. karena tinggi air sendiri mencapai lutut orang dewasa, dan perkiraannya air akan terus naik,"ujar Wahyudin.

Dikatakannya,sejauh ini ada beberapa warga yang sekarang sudah mulai evakuasi barang-barangnya ada yang di pindahi barang-barangnya namun ada juga yang tidak dikeluarin namun di simpan yang di tempat yang lebih tinggi yang kira-kira jangkauan airnya tidak tercapai diarah tersebut. yang membuat sungai citarum meluap karena tersalurnya, air yang berasal dari got dan irigasi sehingga melebihi kapasitas atau daya tampung citarum sehingga dengan mudahnya meluap, jelasnya.

"selain,meluap dari citarum air juga berasal dari saluran got yang penuh dengan tumpukan sampah sehingga dengan mudahnya terendam banjir pasalnya, akses air sendiri tidak begitu lancar. tetap tidak menutup kemungkinan, akan kami terus memantau perkembangan dari sungai citarum sendiri sebab resiko yang paling berbahaya adalah jebolnya tanggul. itu yang kami takutkan," tutur Wahyudin.

dirinya mengatakan, untuk kedepan pemkab harus lebih memikirkan cara yang lebih jitu untuk membangun kabupaten karawang yang bebas dari banjir. karena yang ditakutkan, ketika tidak dilakukan atau menemukan formula yang tepat maka kabupaten karawang akan sama seperti ibu kota jakarta yang kini dipusingkan dengan banjir yang terus terjadi seperti itu. selain itu juga, masyarakatnya harus sadar akan pembuangan sampah sendiri karena rawannya banjir karena sampah dan itu juga tugasnya dinas ciptakarya untuk memperhatikan hal yang semacam itu yang nantinya memiliki resiko yang sangat besar ini,imbaunya.

"saya pikir, kita juga harus saling mengerti dan juga sinergis dengan pemerintah kabupaten sendiri, yang harus diperhatikan dari masyarakat sendiri sampah, sebab sampah memiliki multi efek, yaitu bisa saja banjir ketika musim hujan dan juga penyakit," akuinya.

Sementara itu, Kadarisman, saat melakukan peninjauan kepada ribuan hektar sawah yang terkena banjir diwilayah karawang utara mengatakan, jika dirinnya tidak memunfkiri banyak petani yang merugi. namun menurutnnya dirinnya dan pemkab karawang sudah menyediakan anggaran sekitar Rp950 juta lebih, yang dimana anggaran tersebut dari APBD untuk membantu para petani yang terkena banjir tahun ini.

" Untuk para petani yang sawahnnya terkena banjir kita sudah menyediaklan anggaran dari APBD karawang, dengan program tanggap darurat. yang nantinnya akan sdibelikan untuk benih padi,"jelas Kadar saat ditemui disela-sela pemantauannya tersebut.

Namun, kata Dia, pembelian benih ini tidak serta merta bisa langsung dirasakan oleh para petani pada saat air yang mengenangi sawah surut, atau saat jkondisi sawah rusak dan secepatnnya langsung di berikan benih tersebut. Tertapi pemberian benih itu dilakukan secara bertahap. menurutnnya, untuk selanjutnya dirinnya dan Bupati karawang akan melakukan perbaikan saluran-saluran air yang rusak.

" tentunnya Pak bupati sekarang ini merencanakan untuk mebeli beko kecil, untuk meperbaiki saluran air yang rusak. dan yang jelas kepada para petani jangan khawatir, karena kerusakan dan kerugian yang dialami oleh para petabi akan diganti oleh kita (pemkab karaweang,red),"tungkasnnya.(
izr)

No comments