Jelang Pemilu Dukun Politik Banyak Diburu
KARAWANG, DIZTV-Ternyata orang yang berintelektual juga masih percaya
dengan dukun. Inilah kenyataan pahit yang harus kita telan pahit-pahit
di era modernisasi kali ini. Semakin banyak orang yang menggunakan jalan
pintas untuk meraih apa yang mereka inginkan. Dan untuk acara politik
Terbesar tahun ini tentunya dukun politik semakin di cari.
Pada 9 april 2014 mendatang, tahun politik yang di nanti-nantikan oleh rakyat. Tahun di mana akan terbentuk sistem kenegaraan yang baru dengan wajah dewan perwakilan rakyat yang baru juga. Namun dengan segala kampaye di media cetak sampai elektronik tak cukup membuat mereka percaya diri untuk di pilih rakyat. Dan salah satu trend untuk pemenangan pemilu dan caleg adalah dengan mendatangi orang yang mengaku bisa membantu memenangkan si caleg untuk bisa menjadi anggota dewan. Tragis memang, orang yang berintelektual secara fisik tidak menjamin menggunakan cara yang berintelek juga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun DIZTV dilapangan, sejumlah paranormal, dukun, tokoh ulama, bahkan hingga kuburan yang dianggap keramat pun kini banyak dikunjungi oleh para caleg, dari Pribumi, maupun dari luar, yang dipercayainya bisa melancarkan niatnnya pada saat pemilu mendatang.
Seperti diktakan Eman Sulaeman salah seorang penjaga makam Singaperbangsa kepada DIZTV Mengatakan, mendekati pemilihan caleg pada tahun 2014, makam singaperbangsa ini kerap ramai dikunjungi oleh jemaah, terutama oleh para calon legislatif. Caleg tersebut beragam yang datang kesinim dari mulai hannya melakukan sosialisasi kepada jemaah yang hadir, bahkan hingga meminta agar ia terpilih pada sat pemili mendatang.
"banyak caleg yang datang, dari karawang bahkan hingga dari daerah bandung juga sering datang kesini. biasannya para calon yang datang kemakam tersebut, hanya sekedar berjiarah kemaka Singaperbangsa dan silaturahmi dengan jemaah lainnya. Tetapi tidak jarang juga para calon yang meminta dilancarkan segala keiinginannya, dan bisa di sukseskan dalam pemilunnya tersebut, dengan mendoakan kepada Prabu Singaperbangsa.," ujarnnyam kepada DIZTV, senin (3/2).
Pemilik pesantren termegah di Karawang KH. Junaidi Al Baghdadi atau biasa disebut Abah Romo juga mengatakan tidak sedikit para caleg dari tingkat kabupaten hingga tingkat pusat yang datang kepadanya untuk sekedar ingin mendapatkan dukungan darinya dan jemaahnya.
"Jangankan dari caleg, dari para capres juga demikian meminta dukungan terus kepada saya. Namun saya tidak mau, karena jemah saya juga memiliki hak pilihnya sendirim walaupun bisa saya arahkan,"ujar Pemilik pesantren tersebut, singkat.
Hudri yang juga merupalan salah seorang ketua DPC Kutawaluya dari salah satu partai dengan simbol garuda emas mengatakan, biasannya banyak calon kepala daerah atau caleg yang lebih mempercayai kepada dukun atau para normal, hal tersebut dilakukan oleh caleg pendatang baru, kerja keras sangat dibutuhkan. Biasannya peluang ini yang ditangkap para dukun politik. Mereka menawarkan cara alternatif agar para caleg yang kurang percaya diri, bisa menarik para pemilih saat Pemilu 2014.
"Disimpulkan dunia perpolitikan ternyata sudah tercemari dari mulai awal proses pemilihan calon. Jadi jangan kaget jika di tengah jalan, banyak anggota dewan yang korupsi, banyak anggota dewan yang tidur di tengah rapat serta banyak anggota dewan yang kerjanya tidak beres,"tukasnya.(izr)
Pada 9 april 2014 mendatang, tahun politik yang di nanti-nantikan oleh rakyat. Tahun di mana akan terbentuk sistem kenegaraan yang baru dengan wajah dewan perwakilan rakyat yang baru juga. Namun dengan segala kampaye di media cetak sampai elektronik tak cukup membuat mereka percaya diri untuk di pilih rakyat. Dan salah satu trend untuk pemenangan pemilu dan caleg adalah dengan mendatangi orang yang mengaku bisa membantu memenangkan si caleg untuk bisa menjadi anggota dewan. Tragis memang, orang yang berintelektual secara fisik tidak menjamin menggunakan cara yang berintelek juga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun DIZTV dilapangan, sejumlah paranormal, dukun, tokoh ulama, bahkan hingga kuburan yang dianggap keramat pun kini banyak dikunjungi oleh para caleg, dari Pribumi, maupun dari luar, yang dipercayainya bisa melancarkan niatnnya pada saat pemilu mendatang.
Seperti diktakan Eman Sulaeman salah seorang penjaga makam Singaperbangsa kepada DIZTV Mengatakan, mendekati pemilihan caleg pada tahun 2014, makam singaperbangsa ini kerap ramai dikunjungi oleh jemaah, terutama oleh para calon legislatif. Caleg tersebut beragam yang datang kesinim dari mulai hannya melakukan sosialisasi kepada jemaah yang hadir, bahkan hingga meminta agar ia terpilih pada sat pemili mendatang.
"banyak caleg yang datang, dari karawang bahkan hingga dari daerah bandung juga sering datang kesini. biasannya para calon yang datang kemakam tersebut, hanya sekedar berjiarah kemaka Singaperbangsa dan silaturahmi dengan jemaah lainnya. Tetapi tidak jarang juga para calon yang meminta dilancarkan segala keiinginannya, dan bisa di sukseskan dalam pemilunnya tersebut, dengan mendoakan kepada Prabu Singaperbangsa.," ujarnnyam kepada DIZTV, senin (3/2).
Pemilik pesantren termegah di Karawang KH. Junaidi Al Baghdadi atau biasa disebut Abah Romo juga mengatakan tidak sedikit para caleg dari tingkat kabupaten hingga tingkat pusat yang datang kepadanya untuk sekedar ingin mendapatkan dukungan darinya dan jemaahnya.
"Jangankan dari caleg, dari para capres juga demikian meminta dukungan terus kepada saya. Namun saya tidak mau, karena jemah saya juga memiliki hak pilihnya sendirim walaupun bisa saya arahkan,"ujar Pemilik pesantren tersebut, singkat.
Hudri yang juga merupalan salah seorang ketua DPC Kutawaluya dari salah satu partai dengan simbol garuda emas mengatakan, biasannya banyak calon kepala daerah atau caleg yang lebih mempercayai kepada dukun atau para normal, hal tersebut dilakukan oleh caleg pendatang baru, kerja keras sangat dibutuhkan. Biasannya peluang ini yang ditangkap para dukun politik. Mereka menawarkan cara alternatif agar para caleg yang kurang percaya diri, bisa menarik para pemilih saat Pemilu 2014.
"Disimpulkan dunia perpolitikan ternyata sudah tercemari dari mulai awal proses pemilihan calon. Jadi jangan kaget jika di tengah jalan, banyak anggota dewan yang korupsi, banyak anggota dewan yang tidur di tengah rapat serta banyak anggota dewan yang kerjanya tidak beres,"tukasnya.(izr)

Post a Comment