Peredaran Motor Bodong Marak di Karawang Utara
CLEBAR, DIZTV-Peredaran motor tidak memiliki surat-surat kelengkapan kendaraan,
atau motor bodong semakin marak di wilayah Karawang Utara terutama bagi
wilayah pelosok yang disinyair keberadaannya jarang terendus oleh
aparat kepolsian, sehingga peredaran kendaraan tanpa surat-surat banyak
beredar diwilayah tersebut.
Menurut Keterangan salah seorang mantan penadah motor bodong diwilayah Cilebar yang identitasnnya minta untuk dirahasiakan mengatakan sedikitnnya ada beberapa wilayah yang kerap dijadikan pembuangan motor hasil curian dan motor bodong tersebut yaitu, Tempuran, Cilamaya, Cilebar, Pedes, Cibuaya, Cemarajaya dan Pakisjaya.
"bahkan tidak jarang kita juga mengover motor tersebut kewilaah bekasih, untuk menghilangjan jejak terlebih dahulu dan lalu motor itu kembali dengan wajah yang baru dan berbeda,"terang sumber tersebut, kepada DIZTV, selasa (4/2).
Dikatakannya, biasanya motor tersebut didapatnnya masih dari wilayah Karawang, tetapi dari luar Karawang juga ada. dibelinnya dengan harga yang berfariatif dari kisaran Rp1,5 juta hingga Rp5 juta, tergantung kondisi sepeda motornnya mulus atau sudah rusak.
"Bisannya kendaraan yang kita beli langsung dirombak dan diganti nomor mesin serta membuat STNK yang baru dengan alat yang kita miliki sendiri, dan STNK tersebut dibuat semirip mungkin dengan aslinnya. hal itu untuk mengelabui pihak kepolisian dan mengelabui pembelinya, agar hargga kendaran tersebut menjadi mahal,"jelasnya.
Kendati demikian, kata dia, tetap saja pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dilakukan oleh oknum penadah sepeda motor tidak bisa sesempurna seperti aslinnya, banyak yang masih bisa dibedakan. Salahsatunnya dari jenis keretasnnya yang relatif tipis dan penuisannya yang kurang sempurna seperti STNK aslinnya.
" Jika dilihat dengan sepintas maka STNK Aspal itu persis seperti aslinnya, tetapi setelah ditelaah pasti akan ada perbedaannya, terutama dari hologramnya. maka saat anda mebeli sepeda motor hannya ada STNK saja, lihat dan bandingkan holigram STNK asli dan Palsu maka ada perbedaan,"ungkapnya.
Sementara itu, Jae (45) salah seorang pemilik kendaraan bodong atau tidak dilengkapi dengan surat kendaraan yang lengkap mengaku, jika dibandingkan motor bodong dan motor yang dilengkapi dengan surat-surat lengkap, motor bodong jauh lebih murah dibandingkan dengan motor yang dilengkapi suratnnya.
"Sebenarnya kami juga hawatir tertangkap polisi, tetapi kendaraan lebih penting untuk aktifitas setiap hari. Dengan ekonomi terbatas maka masyarakat disini hannya mampu mebeli motor bodong saja, karena hargannya jauh lebih murah dibanding motor yang memiliki surat lengkap,”jelas Jae, warga asal Ciebar.
Menurutnnya, selain hargannya miring otor bodong juga masih banyak yang bagus dan keluaran terkini, sehingga dengan merogoh kocek yang minim sudah bisa menungagi sepeda motor bagus.
"Biasanya dipakai hannya diwilayah sekitar sini saja, karena untuk dibawa ke kora jelas kami takut,"tukasnya.(izr)
Menurut Keterangan salah seorang mantan penadah motor bodong diwilayah Cilebar yang identitasnnya minta untuk dirahasiakan mengatakan sedikitnnya ada beberapa wilayah yang kerap dijadikan pembuangan motor hasil curian dan motor bodong tersebut yaitu, Tempuran, Cilamaya, Cilebar, Pedes, Cibuaya, Cemarajaya dan Pakisjaya.
"bahkan tidak jarang kita juga mengover motor tersebut kewilaah bekasih, untuk menghilangjan jejak terlebih dahulu dan lalu motor itu kembali dengan wajah yang baru dan berbeda,"terang sumber tersebut, kepada DIZTV, selasa (4/2).
Dikatakannya, biasanya motor tersebut didapatnnya masih dari wilayah Karawang, tetapi dari luar Karawang juga ada. dibelinnya dengan harga yang berfariatif dari kisaran Rp1,5 juta hingga Rp5 juta, tergantung kondisi sepeda motornnya mulus atau sudah rusak.
"Bisannya kendaraan yang kita beli langsung dirombak dan diganti nomor mesin serta membuat STNK yang baru dengan alat yang kita miliki sendiri, dan STNK tersebut dibuat semirip mungkin dengan aslinnya. hal itu untuk mengelabui pihak kepolisian dan mengelabui pembelinya, agar hargga kendaran tersebut menjadi mahal,"jelasnya.
Kendati demikian, kata dia, tetap saja pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dilakukan oleh oknum penadah sepeda motor tidak bisa sesempurna seperti aslinnya, banyak yang masih bisa dibedakan. Salahsatunnya dari jenis keretasnnya yang relatif tipis dan penuisannya yang kurang sempurna seperti STNK aslinnya.
" Jika dilihat dengan sepintas maka STNK Aspal itu persis seperti aslinnya, tetapi setelah ditelaah pasti akan ada perbedaannya, terutama dari hologramnya. maka saat anda mebeli sepeda motor hannya ada STNK saja, lihat dan bandingkan holigram STNK asli dan Palsu maka ada perbedaan,"ungkapnya.
Sementara itu, Jae (45) salah seorang pemilik kendaraan bodong atau tidak dilengkapi dengan surat kendaraan yang lengkap mengaku, jika dibandingkan motor bodong dan motor yang dilengkapi dengan surat-surat lengkap, motor bodong jauh lebih murah dibandingkan dengan motor yang dilengkapi suratnnya.
"Sebenarnya kami juga hawatir tertangkap polisi, tetapi kendaraan lebih penting untuk aktifitas setiap hari. Dengan ekonomi terbatas maka masyarakat disini hannya mampu mebeli motor bodong saja, karena hargannya jauh lebih murah dibanding motor yang memiliki surat lengkap,”jelas Jae, warga asal Ciebar.
Menurutnnya, selain hargannya miring otor bodong juga masih banyak yang bagus dan keluaran terkini, sehingga dengan merogoh kocek yang minim sudah bisa menungagi sepeda motor bagus.
"Biasanya dipakai hannya diwilayah sekitar sini saja, karena untuk dibawa ke kora jelas kami takut,"tukasnya.(izr)

Post a Comment