UPTD Ciptakarya : Pesimis Program Baru Penanggulangan Sampah Berhasil
RENGASDENGKLOK, DIZTV-Pesmasalahan sampah di Rengasdengklok menjadi salah satu
permasalahan yang dinilai sangat alot untuk bisa diatasi, selain
penumpukan sampah dimana-mana. Salah satu paktor penghambat kinerja UPTD
Ciptakarya juga mengenai armada kendaraan pengangkut sampah yang
berulang kali disuarakan sangat minim, dengan jangkau angkutan yang
relatif cukup jauh.
Hal tesebut dibenarkan oleh kepala UPTD Ciptakarya, Kecamatan Rengasdengklok Tarsan, SH, saat ditemui DIZTV diruangan kerjanya mengatakan, selain kurangny armada truk pengangkut sampah, juga kondisi truk sudah mulai bobrok dan dinilai tidak layak jalan karena kondisinya sudah tua. "Sudah seing kali saya mengajukan permohonan untuk menambah armad a tetapi belum juga ada tanggapan dari pemeintah terkait,"kata Tarsan, kepada DIZTV, selasa (24/6).
Dikatakannya, kendati akan ada program baru terkait penanggulangan sampah di Karawang ini, yang nantinya akan diterapkan dibeberapa kecamatan diantaranya rengasdengklok ini. Dengan cara melakukan pembakaran sampah dengan menggunakan alat khusus yang didatangkan langsung dari luar Jawa, ia mengaku pesimis dengan program tersebut akan berjalan dengan efektif.
"Karena dalam melakukan pembakaran sampah setiap 40 kubik per 8 jam yang dicanangkan pemerintah Pemkab karawang, dirasa tidak akan bisa dilakukan di rengasdengklok. Pasalnya sampah di Rengasdengklok perhari mencapai 40-80 kubik perhari, sehingga pada akhirnya sampah akan menumpuk dengan tidak terurus,"katanya.
Memang, diakuinya program pembakaran sampah tersebut dinilai sangat bagus, karena hasil akhir sampah tesebut akan menjadi butiran-butiran seperti biji plastik dan bisa menghemat pengeluaran armada pengangkutan. Apalagi alat tersebut bisa dipindah-pindah.
"Namun sebelum dicoba kita tidak akan tahu hasilnya seperti apa. Mudah-mudahan saja dengan adanya program ini bisa membantu dan benar-benar bisa mengatasi permasalahan sampah yang sudah mengakar ini dimasyarakat dengklok,"tukasnya.(izr)
Hal tesebut dibenarkan oleh kepala UPTD Ciptakarya, Kecamatan Rengasdengklok Tarsan, SH, saat ditemui DIZTV diruangan kerjanya mengatakan, selain kurangny armada truk pengangkut sampah, juga kondisi truk sudah mulai bobrok dan dinilai tidak layak jalan karena kondisinya sudah tua. "Sudah seing kali saya mengajukan permohonan untuk menambah armad a tetapi belum juga ada tanggapan dari pemeintah terkait,"kata Tarsan, kepada DIZTV, selasa (24/6).
Dikatakannya, kendati akan ada program baru terkait penanggulangan sampah di Karawang ini, yang nantinya akan diterapkan dibeberapa kecamatan diantaranya rengasdengklok ini. Dengan cara melakukan pembakaran sampah dengan menggunakan alat khusus yang didatangkan langsung dari luar Jawa, ia mengaku pesimis dengan program tersebut akan berjalan dengan efektif.
"Karena dalam melakukan pembakaran sampah setiap 40 kubik per 8 jam yang dicanangkan pemerintah Pemkab karawang, dirasa tidak akan bisa dilakukan di rengasdengklok. Pasalnya sampah di Rengasdengklok perhari mencapai 40-80 kubik perhari, sehingga pada akhirnya sampah akan menumpuk dengan tidak terurus,"katanya.
Memang, diakuinya program pembakaran sampah tersebut dinilai sangat bagus, karena hasil akhir sampah tesebut akan menjadi butiran-butiran seperti biji plastik dan bisa menghemat pengeluaran armada pengangkutan. Apalagi alat tersebut bisa dipindah-pindah.
"Namun sebelum dicoba kita tidak akan tahu hasilnya seperti apa. Mudah-mudahan saja dengan adanya program ini bisa membantu dan benar-benar bisa mengatasi permasalahan sampah yang sudah mengakar ini dimasyarakat dengklok,"tukasnya.(izr)

Post a Comment