Header Ads

test

Petani Hawatirkan Gagal Panen

RENGASDENGKLOK, DIZTV - Sejumla petani dI Regasdengklo mengaku resah dan hawatir dengan musim tanam padi kali ini. Pasalnya, selain adanya Ribuan hama burung bondol dan burung peking, juga ditambah dengan banyaknya hama kupu-kupu yang pada akhirnya menimbulan hama ulat gerek. 

Menurut Katim (52), warga Desa Amansari, kecamatan Rengasdengklok kepada DIZTV  jumat (24/8) mengatakan, serangan ulat gerek lebih menakutkan dibandingkan dengan adanya serangan dari hama buyrung atau keong. Dari penglamannya, pada saat panen sebelumnya, pasca banyaknya hama burung yang menyerang ia masih bisa mendapatkan sekitar setengah dari pendapatan biasanya.

"pasca banyaknya serangan hama burung saya masih bisa mendpatkan sekitar setengah dari pendapatan biasanya, yaitu biasanya pasca normal bisa mendapatkan 4-5 ton per hektar, tapi sekarang pasca ada hama burun paling hanya setengahnya, tapi itu masih bangus, dibanding dengan adanya serangan hama ulat penggerek, yang paling bisa mendapatkan sekitar kuintalan saja,"katanya

Serangan ulat penggerek itu, dsambung dia, bisa membuat tanaman padi menjadi tidak berisi dan mati, sedangkan hama burung hanya memakani padi saja, dan itu pun mencari sawah yang masih berair. Upaya, untuk menghindari adanya serangan ulat pengerek terus ia lakukan, tetap kita hanya bisa berupaya saja, sedangkan hasilnya kita pasrah saja.

"Bahkan hampir semua petani sangan mencemaskan jika padinya terkena hama ulat penggerek. karena itu sulit untuk dimatikan,"jelasnya.

sedangkan sawah yang saat ini, lanjutnya, yang masih sering terkena hama burung yaitu sekitar sepuluh hektaran berkurang dari tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar limabelas hektar lebi. dan pada waktu sebelumnya dari jumlah Liabelas hektar tersebut yang tidak bisa di panen sekitar Dua Hekar lebih, karena rusak di serang oleh hama burung tersebut.

"sekarang ini belum bisa ketahuna karena padinya masih berumur skitar 35 harian, jadi ada idaknya ulat penggerek belum tahu,"ucapnya.

Sedangkan Hadi salah seorang gapoktan amansari mengatakan, sementara ini belum kondisi padi dinilai masih bagus-bagus sajan dan belum nampak adanya serangan hama dari ulat penggerek.

"MUdah mudahan saja, kita isa lancar dalam melakukan panen padi kali ini, jangn sampai kembali terjadinya gagal panen. selain kasian para petani dengan modalnya yang belum bisa kembali, juga hal ini bisa berdampak pada harga jual padi yang merosot, dan harga beras menjadi mahal,"ujarnya.(izr)

No comments